Kabut Asap Tidak Menyebabkan Kanker

Kebakaran hutan di berbagai wilayah Indonesia, seperti di Sumatra dan Kalimantan masih berdampak pada buruknya udara.

Masyarakat resah, pasalnya dampak buruk dari asap ini dipercaya oleh mereka sebagai salah satu penyebab KANKER. Namun hal ini ternyata hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang mengaitkan kedua hal tersebut.

Penyakit kanker baru akan terjadi bila terjadi paparan selama bertahun-tahun, paparan yang lama dan terus menerus. Sementara, kebakaran hutan biasanya hanya akan terjadi beberapa bulan saja, dan berhenti kalau musim sudah berganti.

Ada tiga hal yang tidak dapat menunjukkan hubungan kejadian kanker dengan asap kebakaran hutan. Pertama, belum adanya sampai sekarang bukti ilmiah yang nyata yang menghubungkan kanker dengan asap kebakaran hutan.

Kedua, paparan asap kebakaran hutan tidak terus menerus ber tahun-bertahun. Ini berbeda dengan paparan asap rokok yang dihisap setiap hari selama 10-20 tahun atau lebih, yang secara ilmiah jelas berhubungan antara kebiasaan merokok dan kanker.

Ketiga, kemungkinan aspek multi faktorial dalam terjadinya kanker. Misalnya, jika seseorang yang terpapar asap kebakaran hutan itu ternyata juga perokok berat, maka harus dinilai secara mendalam tentang faktor apa yang berperan dalam terjadinya kanker pada orang itu.

Tapi ini bukan berarti kita tidak peduli dengan keadaan sekitar, lindungi diri dari kabut asap dengan mengunakan masker dan mengurangi aktifitas terlalu banyak diluar ruangan. Gunakan masker anda hanya satu kali pakai atau pastikan masker anda di cuci dengan bersih sebelum digunakan kembali!

Padang Juga di Selimuti Kabut Asap

Kabut asap mulai menyelimuti Kota Padang, Sumatera Barat. BPBD Sumbar belum mengeluarkan status darurat kabut asap, namun mengimbau warga mengurangi kegiatan di luar rumah. Kalaupun keluar rumah, sebaiknya menggunakan masker.
Secara umum kabut asap dapat mengganggu kesehatan semua orang, baik yang dalam kondisi sehat maupun sakit.

Pada kondisi kesehatan tertentu,orang akan menjadi lebih mudah mengalami ganguan kesehatan akibat kabut asap dibandingkan orang lain, khususnya pada orang dengan gangguan paru dan jantung, lansia, dan anak-anak.

Berikut 8 gangguan gangguan kesehatan yang dapat terjadi akibat kabut asap:

1. Kabut asap dapat menyebabkan iritasi pada mata, hidung, dan tenggorokan, serta menyebabkan reaksi alergi, peradangan dan mungki juga infeksi.
2. Kabut asap dapat memperburuk asma dan penyakit paru kronis lain, seperti bronkitis kronik, PPOK dll.
3. Kemampuan kerja paru menjadi berkurang dan menyebabkan orang mudah lelah dan mengalami kesulitan bernapas.
4. Mereka yang berusia lanjut dan anak-anak (juga mereka yang punya penyakir kronik) dengan daya tahan tubuh rendah akan lebih rentan untuk mendapat gangguan kesehatan
5. Kemampuan paru dan saluran pernapasan mengatasi infeksi berkurang , sehingga menyebabkan lebih mudah terjadi infeksi.
6. Secara umum maka berbagai penyakit kronik juga dapat memburuk
7. Bahan polutan di asap kebakaran hutan yang jatuh ke permukaan bumi juga mungkin dapat menjadi sumber polutan di sarana air bersih dan makanan yang tidak terlindungi
8. Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) jadi lebih mudah terjadi, utamanya karena ketidak seimbangan daya tahan tubuh (host), pola bakteri/virus dll penyebab penyakit (agent) dan buruknya lingkungan

Lindungi Diri dengan menggunakan Masker dan mengurangi kegiatan di luar rumah.