Cara Menstimulasi Pertumbuhan Gigi si Kecil

Tahukah Anda, ternyata gigi si Kecil sudah dapat distimulasi sejak dalam kandungan?

Pembentukan gigi susu telah dimulai saat janin berkembang di antara minggu ke-6 dan ke-8. Sementara itu, perkembangan benih gigi dimulai saat janin berusia 20 minggu. Jadi saat si Kecil lahir, benih gigi susu telah terbentuk di dalam gusi.

Jauh sebelum gigi tumbuh di rongga mulut, terjadi proses peletakan mineral-mineral penyusun gigi. Pembentukan lapisan-lapisan gigi ini sangat dipengaruhi oleh nutrisi, yang berasal dari sang Bunda.

Makanan yang mengandung vitamin A, vitamin D, vitamin K, serta mineral seperti kalsium, magnesium, dan fosfor sangat penting bagi pertumbuhan gigi. Terutama vitamin K2 yang mengarahkan kalsium ke tempat ia seharusnya berada.

Kuning telur ayam, daging merah, salmon, minyak kelapa, dan sayur-sayuran berwarna adalah beberapa makanan yang kaya akan vitamin K2. Semuanya baik untuk dikonsumsi oleh ibu mengandung.

Umumnya, gigi susu yang pertama kali muncul di rongga mulut adalah gigi seri bawah yang tumbuh saat si Kecil berusia 6 bulan. Akan tetapi, waktu tumbuh gigi tidak sama antara anak yang satu dan lainnya. Ada faktor-faktor yang memengaruhi tumbuh kembang gigi, salah satunya nutrisi dan pola makan si Kecil.

Oleh sebab itu, keseimbangan gizi tak cukup untuk membuat gigi si Kecil tumbuh baik. Bunda juga perlu memperhatikan tekstur dan jenis makanannya. Tentu tak lupa untuk menyesuaikannya dengan fase pertumbuhan si Kecil.

Selain itu, mengajarkan si Kecil mengunyah makanan berarti membantunya untuk tidak memiliki kebiasaan mengemut makanan. Kebiasaan ini dapat memperbesar risiko terjadinya karies gigi.

Sumber : klikdokter

Bahaya Menggunakan Masker Mulut Lebih dari 8 Jam

Penggunaan masker untuk melindungi diri dari polusi udara saat ini bukan lagi menjadi pemandangan yang aneh di kota besar. Tapi, penggunaan masker yang salah dapat berisiko sumber penyakit.

Pakar kesehatan menjelaskan bahwa kebiasaan menggunakan masker dengan cara yang salah bisa berbahaya. Alih-alih melindungi Anda dari penyakit, cara tersebut malah dapat mendatangkan penyakit.

Jika masker digunakan lebih dari delapan jam dalam satu hari justru bisa memicu infeksi karena kelembapan menyebabkan terjadinya penumpukan mikroorganisme.Masker sekali pakai yang telah digunakan dan telah dikeluarkan dari kemasan selama delapan jam juga tidak boleh digunakan kembali. Kebiasaan mengulang-ulang penggunaan masker inilah yang disebut dapat memicu berbagai jenis penyakit dalam tubuh.

Menggunakan masker yang telah terkontaminasi kuman dan telah digunakan lebih dari delapan jam tidak lagi memiliki sisi filtrasi yang baik. Padahal filtrasi merupakan kegunaan utama dari masker yang menghalangi serta mengurangi debu dan polusi terhirup secara langsung.

Apa akibatnya? Tumpukan kuman pada masker inilah yang menyebabkan infeksi.

Tips Menghadapi Polusi Udara

Selain penggunaan masker, ada sejumlah cara yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit akibat polusi udara di antaranya:

1. Pencegahan Primer

Upaya ini dilakukan untuk mencegah tubuh tidak menjadi lebih sensitif karena paparan debu dan polusi. Anda bisa menggunakan masker untuk melindungi pernapasan. Tapi sebaiknya Anda juga mengurangi aktivitas yang membuat Anda semakin terekspos polusi.

Selain itu, berikan waktu istirahat dari polusi udara bagi pernapasan. Ambil satu hari dalam seminggu untuk menghirup udara yang lebih segar dan sehat.

2. Pencegahan Sekunder

Pada tahap pencegahan ini, Anda dianjurkan untuk lebih peka pada kondisi tubuh terutama yang sering terpapar polusi udara. Mendeteksi beberapa gejala yang ditunjukkan tubuh bisa membantu mencegah penumpukan bakteri pemicu penyakit.

3. Pencegahan Tersier

Hal ini dilakukan pada orang yang sebelumnya telah memiliki riwayat penyakit seperti asma dan gangguan paru-paru lainnya. Pencegahan ini dilakukan untuk meminimilasi dampak polusi agar tidak memperparah penyakit.

Pastikan Anda memilih masker yang sesuai kebutuhan dan gunakan dengan cara yang tepat agar terhindar berbagai penyakit. Ingat, hindari menggunakan masker secara berulang-ulang, khususnya masker yang telah digunakan selama delapan jam.

Tetap Tampil Segar dan Cantik Saat Berpuasa

Berpuasa seharian tentu merupakan tantangan tersendiri, apalagi saat cuaca sedang panas-panasnya. Wajar jika Anda merasa lemas dan tidak bersemangat. Untuk melangkah keluar rumah saja mungkin butuh perjuangan.

Tapi Anda tak boleh terus-menerus lesu, bukan? Agar tetap cantik dan segar di bulan suci ini, tetaplah perhatikan asupan cairan dan makanan dengan baik. Olahraga juga tak perlu absen, lebih-lebih selama sebulan penuh.

Berikut kiat dan penjelasan lengkap dari kami:

1. Penuhi kebutuhan cairan

Setiap harinya, pria membutuhkan sekitar 2.6 liter cairan dan wanita 2.3 liter cairan. Jumlah ini sebaiknya dikonsumsi di waktu antara berbuka hingga sahur, agar kebutuhan cairan tetap terpenuhi.

Bila Anda mengalami dehidrasi, kulit bisa terlihat kering dan kusam. Tak hanya itu, dehidrasi juga bisa menyebabkan pusing, sulit konsentrasi, dan mudah lelah.

2. Konsumsi buah-buahan

Cobalah buah-buahan sebagai menu berbuka. Buah bisa langsung dimakan, dibuat jus, dirujak, dan sebagainya. Selain segar, buah-buahan juga ‘enteng’ bagi sistem pencernaan yang tidak bekerja seharian.

Buah-buahan yang banyak mengandung air, seperti semangka, melon, apel, dan lain-lain, juga bisa menjadi sumber cairan yang baik.

3. Sempatkan olahraga

Jangan jadikan puasa sebagai alasan berhenti berolahraga. Aktivitas fisik justru akan membuat tubuh semakin fit dan segar.

Olahraga sebaiknya dilakukan 30 menit sebelum berbuka puasa. Hal ini agar setelah berolahraga, Anda bisa langsung minum untuk menggantikan cairan yang hilang lewat keringat.

4. Perhatikan asupan makanan

Saat berbuka puasa, semua makanan akan tampak sangat menggiurkan. Tak jarang ini membuat orang kalap, tak peduli lagi apakah makanan itu sehat atau tidak. Apalagi gorengan biasanya tersaji sebagai hidangan pembuka.

Jadi, pilihlah menu berbuka yang bergizi. Makanan-makanan tertentu, seperti kentang rebus atau wortel, membuat Anda kenyang lebih lama sehingga baik dimakan saat berpuasa. Kacang-kacangan juga bisa dicoba agar kulit tampak cantik dan berseri.

6. Lakukan perawatan wajah

Berpuasa dapat membuat kulit rentan kering dan kusam. Oleh karena itu, perawatan wajah harus tetap diperhatikan. Misalnya, rajin menggunakan pelembap yang tentunya sangat baik untuk mencegah kulit kering. Tabir surya juga membantu menghindari kerusakan kulit akibat sinar UV.

Nah, sembari menunggu beduk, kenapa tidak luangkan waktu untuk merawat kulit wajah? Selamat mencoba, dan semoga ibadah Ramadan Anda selalu lancar!