Awas, Simpan Daging Kurban terlalu lama Beresiko untuk Kesehatan!

Hari Raya Iduladha identik dengan pemotongan hewan kurban, meskipun sudah lewat beberapa hari, sebagian orang yang mendapatkan daging kurban banyak memilih menyimpannya terlebih dahulu di kulkas untuk dimasak kemudian hari.

Lalu berapa lama daging kurban dapat bertahan di kulkas?

Daging hanya dapat disimpan di kulkas dalam jangka waktu tertentu. Setelah itu, daging tidak aman untuk dikonsumsi.

Menyimpan daging sapi atau kambing di dalam kulkas, akan lebih aman jika tak lebih dari 3 sampai 5 hari. Selain soal waktu, Anda juga harus menyesuaikan dan mengatur suhu kulkas Anda. Perlu anda ketahui daging segar tahan disimpan di chiller atau penyimpanan dingin hanya 2-3 hari pada suhu dibawah 4oC dan bila ingin menyimpannya lebih lama, masukkan di dalam freezer atau penyimpanan beku. Di freezer pada suhu -18oC sampai -23,5oC, daging bisa bertahan hingga 3 bulan.

Sementara daging sapi dan kambing yang disimpan dalam freezer umumnya aman dikonsumsi dalam 3 bulan sampai 4 bulan. Jika sudah lebih dari itu, sebaiknya Anda membuang dan mengurungkan niat untuk mengonsumsinya.

Agar lebih aman, Anda harus menyimpan daging dalam wadah tertutup sebelum memasukkannya ke dalam kulkas atau freezer. Hal itu untuk menghindari kontaminasi bakteri yang terdapat di daging ke makanan lainnya.

Penggunaan plastik hitam juga tak dianjurkan untuk menyimpan daging. Sebagai gantinya Anda bisa menggunakan plastik yang memang khusus dibuat untuk menyimpan makanan.

Sebelum memutuskan untuk mengolah daging kurban, coba ingat-ingat kembali sudah berapa lama Anda menyimpannya di kulkas? Jika warnanya mulai berubah dan mengeluarkan bau yang kurang sedap, sebaiknya Anda tak lagi memasak daging tersebut. bila hendak digunakan, cairkan (thawing) daging. Ada 3 cara pencairan, yaitu di pindahkan ke chiller selama 12-24 jam, dibiarkan dalam temperatur ruang, dan letakkan di wastafel sambil dikucuri air keran dalam keadaan masih terbungkus plastik. Daging yang sudah di-thawing tidak boleh dikembalikan ke freezer karena bakteri yang semula tertidur lelap bangun kembali dan mulai merusak daging. Sebaiknya daging yang sudah keluar segera diolah habis, kalaupun mau disimpan masukkan ke chiller, itu pun hanya bertahan 2 hari saja.Tetap teliti ya Ibu-Ibu..

 

Konsumsi Daging Kambing Meningkatkan Darah Tinggi, Benarkah?

Momentum Hari Raya Idul adha pasti Anda akan mengkonsumsi berbagai hidangan daging yang tersaji di meja makan, salah satunya daging kambing. Namun, biasanya penderita darah tinggi akan diwanti-wanti untuk tak makan daging kambing.

Apakah memang tak boleh sama sekali?

Banyak rumor yang beredar bahwa konsumsi daging kambing dapat meningkatkan darah tinggi. Mungkin Anda juga pernah mendengarnya. Namun ternyata, beberapa penelitian menunjukkan bahwa mitos tersebut tidak terbukti.

Pada penelitian yang dimuat di Asian-Australasian Journal of Animal Sciences menyebutkan proses pemasakan yang banyak menggunakan garamlah yang justru dapat meningkatkan tekanan darah. Pada penelitian tersebut, pengurangan garam dari 4% menjadi 0,3% dapat mengembalikan tekanan darah ke normal.

Penelitian lain yang dipublikasikan di Malaysian Journal of Veterinary Research juga mendukung hal yang sama. Studi yang dilakukan pada 10 subjek penelitian (5 orang wanita, 5 orang laki-laki) melaporkan tidak ada peningkatan tekanan darah dan kolesterol yang signifikan setelah mereka diberikan sup daging kambing.

Studi lain juga menyebutkan bahwa penambahan garam pada proses pemasakan daging kambing justru berpotensi meningkatkan tekanan darah. Bukan daging kambingnya itu sendiri.

Secara umum, daging kambing memiliki kandungan lemak yang lebih rendah dari daging ayam, tetapi menyimpan protein yang lebih tinggi dari daging sapi.

Jelas ini kabar gembira, karena Anda tidak perlu khawatir lagi terserang darah tinggi.

Bagaimana, sudah siap menyantap gulai kambing? Asalkan tidak berlebihan, tentu Anda boleh mengonsumsinya. Selamat menikmati daging kambing!

 

 

sumber : klikdokter

Bahaya Akibat Sering Gunakan Tusuk Gigi

Banyak orang kerap membersihkan sisa-sisa makanan di gigi setelah makan. Mereka sering melakukan hal itu dengan menggunakan tusuk gigi. Padahal, kebiasaan memakai tusuk gigi tidak baik untuk kesehatan. Berikut ini beberapa bahaya yang terjadi bila acap kali menggunakan tusuk gigi:

1. Mengubah posisi gusi

Selain bisa menyebabkan gigi merenggang, penggunaan tusuk gigi untuk membersihkan sisa-sisa makanan juga dapat menyebabkan kerusakan pada gusi. Sering memakai tusuk gigi bisa mengubah posisi gusi menjadi bergerak turun dari posisi awal. Jika dibiarkan, kebiasaan tersebut akan menyebabkan kerusakan pada akar gigi.

2. Menimbulkan ruang antar gigi

Ruang di antara gigi mungkin terjadi jika sering membersihkan makanan di sela gigi yang itu-itu saja. Lambat laun, ruang di antara gigi yang satu dengan gigi yang lain akan membesar. Makanan yang lebih besar lebih mungkin terselip karena kerapatan gigi berkurang.

3. Memicu abrasi gigi

Sering menggunakan tusuk gigi ternyata dapat memicu abrasi gigi. Abrasi gigi merupakan keadaan abnormal dimana ada lapisan gigi yaitu email atau dentin yang hilang dan terkikis. Alhasil, Anda akan mengalami gigi ngilu saat mengonsumsi minuman dingin. Abrasi yang terus-menerus terjadi juga dapat menyebabkan gigi berlubang atau keropos.

4. Menyebabkan gusi berdarah

Perdarahan pada area gusi juga mungkin terjadi akibat pemakaian tusuk gigi. Pasalnya, ujung tusuk gigi yang tajam bisa menimbulkan luka di gusi yang merupakan jaringan lunak di dalam mulut.

5. Penyakit gusi
Menggunakan tusuk gigi hanya untuk sekali bisa saja, tetapi sering menggunakannya dapat mempengaruhi tidak hanya gigi tetapi juga gusi. Kalau tidak diobati hal ini dapat menyebabkan penyakit gusi parah.

6. Napas bau
Tusuk gigi umumnya digunakan untuk menghilangkan makanan yang terjebak di antara gigi. Jadi, ketika makanan ini berada di sana untuk jangka waktu yang lama dan ketika dibersihkan menggunakan tusuk gigi, hal itu mengeluarkan bau mulut juga.
Karena banyak bahaya yang muncul di balik pemakaian menggunakan tusuk gigi, Anda sebaiknya tidak perlu terlalu kuat dalam membersihkan celah gigi. Atau, Anda justru perlu mengurangi kebiasaan tersebut demi menjaga kesehatan gigi.