Raih Akreditasi Paripurna, Semen Padang Hospital Gelar Syukuran

Semen Padang Hospital menggelar acara syukuran Minggu (14/1/2018). Acara ini digelar setelah Semen Padang Hospital berhasil meraih Akreditasi Paripurna dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) pada akhir tahun 2017.

Acara syukuran yang diadakan di Pantai Ketaping Sumatera Barat ini, selain dihadiri para tenaga medis dan pegawai Rumah Sakit, juga dihadiri Direktur Utama Semen Padang Hospital, dr. Abdi Setia Putra, MARS dan Direktur Keuangan Zulkarnain,ST.

Dalam pembukaan acara ini dr. Abdi Setia Putra, MARS menyampaikan bahwa Semen Padang Hospital telah meraih akreditasi versi 2012 dengan Lulus Paripurna. Ini merupakan hasil kerja keras dan semangat kita. Akreditasi Paripurna untuk menunjukkan pengakuan bahwa kita bisa memberikan pelayanan yang baik dan saya berharap euporia keberhasilan kita sudah harus kita kurangi dan hadapi tantangan berikutnya yaitu membuktikan bahwa kita lulus dengan paripurna.

Acara berlanjut dengan Tausyiah sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah Swt yang telah diberikannya kepada kita semua. Tidaklah terjadi suatu kejadian melainkan hanya karena kehendakNya. Selanjutnya, karyawan/ti juga dihibur dengan berbagai macam kegiatan keakraban seperti makan bersama, pembagian doorprise, bakar ikan laut dan pentas musik.

Cegah Virus Influenza A (H3N2), Alert System Diaktifkan di Seluruh Pintu Negara

Laporan surveilans influenza Kementerian Kesehatan Australia tahun 2017 mencatat peningkatan kasus mulai terjadi pada minggu ke-17 dan berakhir pada minggu ke-41 dengan jumlah sebesar 2,5 kali lipat dibandingkan dengan jumlah kasus pada tahun 2016. Kasus influenza didominasi oleh influenza A(H3N2) sebesar 55%, diikuti influenza A(H1N1) pdm09 (8%) dan influenza B (37%).

Sehubungan dengan terjadinya peningkatan kasus influenza A(H3N2) di Australia, Amerika, Inggris dan beberapa negara lain yang terletak di hemisfer utara, Kementerian Kesehatan mulai mengaktifkan alert system di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) yang ada di Bandara dan pelabuhan sebagai pintu masuk negara.

Demikian pernyataan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI, dr. H.M. Subuh, MPPM, seperti dikutip depkes.go.id. Minggu (14/1).

Influenza A(H3N2) merupakan salah satu flu musiman yang virusnya biasa bersirkulasi di belahan bumi utara dan selatan. Pernah menjadi pandemi pada tahun 1968 dengan perkiraan jumlah kematian sebesar 1 juta jiwa di seluruh dunia, dengan angka kematian tertinggi pada usia di atas 65 tahun.

Diketahui bahwa strain virus influenza A (H3N2) cenderung mengakibatkan angka kematian lebih tinggi dibandingkan virus influenza musiman lain yang bersirkulasi pada saat bersamaan di suatu tempat. Selama musim influenza, ketika virus influenza A (H3N2) predominan, maka kematian secara keseluruhan akibat influenza musiman meningkat 2,7 kali lipat dibandingkan jenis virus influenza musiman lainnya.

Menurut informasi yang diperoleh dari FluNet, perangkat global surveilans influenza berbasis web, secara umum setiap tahun terdapat kecenderungan peningkatan kasus influenza A(H3N2) dunia pada 3 waktu, yaitu: awal triwulan I, akhir triwulan II s.d. awal triwulan III, dan pada akhir triwulan IV. Peningkatan kasus di Australia cenderung terjadi pada triwulan III (pola hemisfer selatan), sementara di Amerika, Inggris dan Irlandia utara terjadi pada triwulan I (pola hemisfer utara).

”Kejadian ini sesuai pola tahunan yang telah diketahui. Sementara di Indonesia, pola peningkatan influenza A(H3N2) tidak sama dengan negara-negara di tersebut, peningkatan kasus dapat terjadi pada rentang waktu semester pertama setiap tahunnya (gabungan pola hemisfer utara dan selatan)”, ujar dr. Subuh.

Laporan surveilans influenza Kementerian Kesehatan Australia tahun 2017 mencatat peningkatan kasus mulai terjadi pada minggu ke-17 dan berakhir pada minggu ke-41 dengan jumlah sebesar 2,5 kali lipat dibandingkan dengan jumlah kasus pada tahun 2016. Kasus influenza didominasi oleh influenza A(H3N2) sebesar 55%, diikuti influenza A(H1N1) pdm09 (8%) dan influenza B (37%).

Selain itu, diketahui pula bahwa telah terjadi pemanjangan periode musim influenza dibandingkan tahun sebelumnya dan jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit juga meningkat sebesar 2,3 kali lipat dibandingkan 2016. Peningkatan jumlah pasien yang dirawat lebih diakibatkan karena peningkatan kasus secara umum, bukan karena perubahan tingkat keparahan penyakit.

”Hasil pemeriksaan virus pada kasus konfirmasi tidak menunjukkan adanya mutasi virus”, ungkapnya.

Influenza A H3N2 Bisa Dicegah

Meski hingga saat ini WHO belum membuat pernyataan kewaspadaan secara resmi, Kementerian Kesehatan RI menilai bahwa masyarakat Indonesia, terutama para pelaku perjalanan baik yang hendak pergi ke Australia maupun yang akan kembali dari Australia ke Indonesia, hendaknya telah memiliki informasi yang cukup mengenai virus influenza A.

”Secara umum, influenza dapat dicegah dengan berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), membiasakan cuci tangan pakai sabun (CTPS), perhatikan etika batuk dan bersin, serta gunakan masker bila sedang sakit. Secara khusus bagi para pelaku perjalanan dari atau yang akan pergi ke negara terjangkit, disarankan untuk melakukan imunisasi influenza”, tuturnya.

Saat ini tersedia vaksin influenza dengan komponen vaksin mengikuti jenis virus influenza yang bersirkulasi di hemisfer utara dan selatan. Komponen virus pada vaksin dapat berubah sesuai dengan sirkulasi virus, perubahan biasanya dilakukan sekali dalam setahun.

”Rekomendasi untuk komponen vaksin influenza hemisfer utara pada setiap bulan Februari/Maret, sementara untuk komponen vaksin influenza hemisfer selatan pada setiap bulan September. Tingkat seroproteksi vaksin influenza dapat berbeda menurut jenis virus influenza, waktu, dan tempat yang berbeda”, jelasnya.

Di Australia tingkat seroproteksi vaksin influenza terhadap virus influenza A(H3N2) tahun 2017 diketahui sebesar 10%, sementara di Amerika sebesar 34%.

 

 

Sumber : Klikhealth.com

SPH Raih Sertifikat Akreditasi RS Tingkat Paripurna

Semen Padang Hospital (SPH) sukses meraih sertifikat akreditasi RS dengan tingkat Paripurna tahun 2017. Kepastian penghargaan itu diketahui melalui website Komite Akreditasi Rumah Sakit www.kars.or.id. Sertifikasi ini berlaku sejak 04 Desember 2017 – 03 Desember 2020.

“Puji dan syukur yang tidak terhingga kami panjatkan kehadirat Allah SWT, atas hasil yang telah kami capai, serta tak lupa kepada seluruh lapisan masyarakat Sumatera Barat yang telah memberikan kepercayaan terhadap pelayanan kami, terkhusus juga dukungan para dokter spesialis, karyawan/ti serta semua petugas di bagian/unit yang ada dalam lingkup SPH,” kata Dirut SPH dr.Abdi Setya Putra, MARS yang didampingi Manager Marketing dan Public Relation dr. Miss Berlyanti, MARS.

Akreditasi rumah sakit adalah pengakuan terhadap rumah sakit yang diberikan oleh lembaga independen penyelenggara akreditasi yang ditetapkan oleh menteri kesehatan, setelah dinilai bahwa rumah sakit itu memenuhi standar pelayanan rumah sakit yang berlaku untuk meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit secara berkesinambungan (Permenkes No.12 tahun 2012 tentang Akreditasi Rumah Sakit).

Rumah sakit wajib melakukan akreditasi dalam upayanya meningkatkan mutu pelayanan secara berkala setiap 3 (tiga) tahun sekali. Hal ini tercantum dalam undang-undang nomor 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit, pasal 40 ayat 1, menyatakan bahwa, dalam upaya peningkatan mutu pelayanan rumah sakit wajib dilakukan akreditasi secara berkala menimal 3 (tiga) tahun sekali. Akreditasi wajib bagi semua rumah sakit baik rumah sakit publik/pemerintah maupun rumah sakit privat/swasta/BUMN.

Menurut Dirut SPH dr.Abdi Setya Putra, MARS, diraihnya sertifikat dengan tingkat paripurna adalah suatu tantangan besar bagi Semen Padang Hospital, dimana ini merupakan awal dari suatu sistim maupun proses pelayanan yang selalu mengedepankan keselamatan bagi setiap pasien yang sedang menjalankan pengobatan. “Ini juga menyangkut kepuasan terhadap pelayanan yang kami berikan sesuai motto kami memberikan pelayanan melebihi harapan pelanggan,” tambah Abdi.

Dr. Abdi Setia Putra, MARS menjelaskan, SPH telah mencapai tahapan cukup signifikan, terutama dibandingkan dengan rumah sakit lainnya di Sumbar. Semen Padang Hospital menjadi salah satu Rumah Sakit yang dipercaya dan diminati oleh pelanggan dengan pelayanan dan fasilitas yang menjadi unggulan Semen Padang Hospital sesuai dengan motto Semen Padang Hospital yaitu mengutamakan kepuasan pelanggan melebihi harapannya.

Setelah beroperasi 4 tahun sejak 2013, kini Semen Padang Hospital semakin mengembangkan pelayanan salah satunya dengan akreditasi ini, selain sebagai syarat untuk guna menaikkan standar mutu dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

“Dengan meraih sertifikat akreditasi RS dengan tingkat Paripurna, Semen Padang Hospital semakin memantap diri sebagai rumah sakit yang memuaskan, aman, rasional, efisien, dan manusiawi,” terangnya.

Sebelumnya, tim Surveyor dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit yang terdiri atas dr. Bayu Winarno,Sp.OG (Surveior Medis), dr. Asep Rakhmat Hendrawan (Surveior Manajemen), MPH dan Ike Gunawinarsih, S.Kp, MARS (Surveior Keperawatan) melakukan penilaian ke SPH pada 4-6 Desember 2017.

Tim yang telah memotret kondisi aktual pelayanan medis dan kesehatan Semen Padang Hospital itu disambut Ketua Yayasan Semen Padang (Edwin, SE, M.Mktg, CPM), Direktur Utama Semen Padang Hospital (dr. Abdi Setia Putra, MARS), Direktur Keuangan Semen Padang Hospital (Freddo Syukri, SE, MM, Ak.CA), Komite Medis (Prof.DR.dr.Darwin Amir,Sp.S-K).