Gubernur Sumbar Percayakan Operasi Putranya di SPH

Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mempercayakan operasi putranya, Anwar Jundi di Semen Padang Hospital (SPH) pada Sabtu (16/12/2017).

“Pak Gubernur datang ke SPH bersama putranya Sabtu pagi tadi. Beliau juga didampingi tim Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar,” kata Manajer Marketing dan Customer Service SPH, dr.Miss Berlyanti yang menyambut Gubernur di SPH bersama Manajer Pelayanan Medis dr.Dewi Nensi Putri, MARS.

Putra gubernur, Anwar Jundi melakukan treatment tindakan operasi dengan dokter spesialis kulit dr.Taufik Hidayat, Sp.KK. Operasi dilaksanakan mulai pukul 08.00, dan selesai 15 menit kemudian.

“Operasi berjalan lancar dan hanya dalam waktu yang singkat, sama sekali tidak seperti tindakan operasi yang saya bayangkan sebelumnya,” tutur Anwar.

SPH memiliki dokter spesialis kulit dan kelamin yang praktek setiap hari Senin-Sabtu, yakni dr.Taufik Hidayat, Sp.KK dan dr.Yenni Raflis,Sp.KK.

SPH memiliki fasilitas terbaik sebagai rumah sakit dengan diagnostic imagine tercanggih di Sumatera Barat. SPH juga memiliki cath lab yang diresmikan oleh Gubernur Sumbar Irwan Prayitno pada awal tahun ini.

Kenali Bahaya Kanker Serviks

Kanker serviks disebabkan oleh infeksi Human Papilloma Virus (HPV), yang ditularkan melalui hubungan seksual. Virus ini dapat masuk ke dalam sel-sel serviks, yang kemudian memicu perubahan fungsi dan pertumbuhan sel yang tidak terkontrol.

Membutuhkan kurang lebih 10 sampai 20 tahun dari awal seseorang terinfeksi hingga terbentuk kanker. Dalam rentang waktu tersebut, sel-sel serviks sebenarnya sudah mulai berubah, namun belum menimbulkan gejala. Perubahan ini disebut sebagai lesi pre-kanker atau cervical intraepithelial neoplasia (CIN) pada hasil Pap Smear.

Kalaupun menimbulkan keluhan, tanda awal kanker serviks seringkali tidak jelas dan menyerupai penyakit lainnya. Tetapi, Anda sebaiknya waspada bila sering mengalami ketiga keluhan ini:

  • Perdarahan abnormal dari vagina. Pada kanker serviks perdarahan vagina kerap terjadi setelah berhubungan intim. Namun, pada tanda awal kanker serviks bisa juga terjadi perdarahan di luar siklus haid, dengan durasi haid memanjang atau jumlah darah haid lebih banyak dari biasanya.
  • Mengalami keputihan yang tidak normal, terutama bila keputihan bercampur darah.
  • Terasa nyeri saat berhubungan intim.

Ketika kanker mulai menyebar keluar serviks dan menembus organ-organ lain, dapat timbul pula beragam keluhan seperti konstipasi, munculnya darah dalam urin, mengompol dan tungkai bengkak. Selain itu, keluhan lainnya yang  biasa dialami adalah nyeri pinggang akibat ginjal yang membengkak, kehilangan nafsu makan, berat badan menurun, hingga rasa lemas.

Kanker yang banyak ditemui pada wanita berusia 35-64 tahun ini masih dinobatkan sebagai pembunuh nomor satu wanita Indonesia. Oleh sebab itu, tanda awal kanker serviks tidak boleh disepelekan, meski bisa disebabkan oleh penyakit-penyakit lain yang tidak berbahaya.

Terlambat mengenali tanda awal kanker serviks akan menurunkan angka kesembuhan Anda terhadap penyakit ini. Jadi, bila Anda mengalami salah satu dari tanda di atas, segera periksakan diri ke dokter. Lakukan juga upaya pencegahan dengan rutin melakukan deteksi dini kanker serviks melalui pap smear atau tes HPV.

Semen Padang Hospital Raih Penghargaan dalam Anugrah Sistem Informasi Data Dosis Pasien (Si-INTAN) 2017

Semen Padang Hospital meraih Penghargaan dalam Anugrah Sistem Informasi Data Dosis Pasien (Si-INTAN) di Jakarta , Senin (11/12/2017) pagi. Semen Padang Hospital menjadi salah satu dari 5 Rumah Sakit Teraktif yang berkontribusi dalam Sistem Informasi Data Dosis Pasien untuk modalitas CT-Scan yang diberikan kepada 21 rumah sakit di Indonesia.

Aplikasi Sistem Informasi Data Dosis Pasien (Si-INTAN) ini adalah aplikasi program database data dosis radiasipasien radiologi yang disediakan oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) Indonesia. Aplikasi Si-INTAN dapat dimanfaatkan secara independen dan mandiri oleh pemegang izin sebagai sarana untuk melakukan pencatatan, perekaman, dan pengelolaan data dosis pasien sebagai bagian dari upaya optimimasi proteksi dan keselamatan pasien radiologi.

Sebagai upaya BAPETEN untuk menumbuhkan dan meningkatkan awareness para pemangku kepentingan, agar lebih memperhatikan proteksi serta keselamatan radiasi bagi pasien khususnya pasien radiologi, BAPETEN memberikan anugerah Si-INTAN kepada pengguna sebagai peran strategis lembaga dalam memberikan perlindungan bagi pasien radiologi, yang digelar di Jakarta

Acara dibuka resmi oleh Kepala BAPETEN Prof. Dr. Jazi Eko Istiyanto, M.Sc, IPU, didampingi Deputi Pengkajian dan Keselamatan Nuklir Dr. Eng. Yus Rusdian Akhmad, serta Kepala Pusat Pengkajian Sistem dan Teknologi Pengawasan Fasilitas Radiasi dan Zat Radioaktif, Dr. Syahrir, M.Sc.

Pemberian anugerah diberikan langsung oleh Kepala BAPETEN semata-mata karena peran aktif rumah sakit dalam berkontribusi untuk pengumpulan data dosis pasien radiologi – khususnya data dosis pasien CT Scan – di aplikasi Si-INTAN.

Kontribusi rumah sakit bukan hanya untuk kebutuhan lokal rumah sakitnya, tetapi juga untuk kebutuhan nasional. Selain itu, pemberian anugerah ini untuk memacu semangat dan memberikan dorongan positif bagi para pengelola rumah sakit dalam meningkatkan upaya proteksi dan keselamatan radiasi pada pasien melalui Si-INTAN.