Hindari Menyedot Hidung Bayi saat Bayi Flu

Saat bayi terserang pilek yang paling sering membuat khawatir orangtua adalah sulit bernapas karena hidung bayi tersumbat. Pengeluaran lendir atau ingus dari hidung bayi memang harus selalu dibersihkan.

Memencet hidung bayi dapat membuat ingus atau lendir malah masuk ke rongga sinus yang ada di samping kiri dan kanan hidung. Akibatnya, bayi malah bisa terkena sinusitis.

Orangtua juga tidak disarankan menyedot langsung ingus bayi dengan mulutnya sendiri karena justru bisa mentransfer bakteri ke hidung atau sistem pernapasan anak..

Kenali gejala-gejala awal bayi yang mengalami hidung tersumbat. Seperti bayi kesulitan tidur, rewel, dan terlihat kesulitan bernafas. Kemudian lakukan cara berikut:

1. Hangatkan tubuh bayi
2. Penguapan secara alami dengan memberikan uap dari air panas yang terlebih dahulu ditetesi minyak telon.
3. Pijat lembut hidung bayi
4. Mengatur posisi tidur bayi.
5. Menyedot cairan lendir (ingus) dengan alat khsus penyedot ingus bayi
6. Teteskan NaCl ke hidung bayi
7. Gunakan balsam pelega dan minyak kayu putih di bagian dada bayi, leher dan punggung.
8. Usahakan jauhi obat antibiotik

Coba terapkan gaya hidup sehat dengan memberikan makanan sehat dan bergizi. Bagi bayi yang masih menyusui, berarti bundanya harus konsumsi makanan sehat dan bergizi agar bayinya sehat, bukan fastfood, junkfood dan sejenisnya. Semoga Bermanfaat..

Olah raga Setelah Bekerja juga Penting!

Sibuk di kantor bukan alasan untuk tidak berolahraga sama sekali. Kuncinya, Anda harus lebih kreatif mencari jenis olahraga yang sesuai. Usai bekerja merupakan waktu yang baik untuk berolahraga, terutama bagi Anda dengan jadwal yang sibuk. Sekalipun tidak mudah, gaya hidup aktif dan sehat harus tetap dipelihara. Hanya dengan menjaga kesehatan diri sendiri, Anda akan tetap produktif dalam pekerjaan dan dalam hidup berkeluarga.
 
Jenis olahraga apa pun bermanfaat bagi kesehatan. Namun, bagi Anda yang sibuk atau sering bertugas di luar kota, pilihlah yang dapat dilakukan hampir di semua tempat. Umumnya, jenis olahraga ini tidak membutuhkan banyak persiapan serta memberikan manfaat fisik yang signifikan dalam waktu singkat.
 
Berikut ini beberapa jenis olahraga yang disarankan usai bekerja :
 
1. Berlari
 
Berlari selama 30 menit, baik di atas treadmill atau outdoor, merupakan salah satu jenis olahraga yang paling sederhana dan dapat dilakukan di mana saja. Berlari dapat melepaskan stres setelah bekerja sepanjang hari, mencegah penuaan, meningkatkan kepadatan tulang, dan membantu menurunkan berat badan.
 
2. Berjalan cepat
 
Berjalan cepat merupakan olahraga yang ideal bila Anda tidak kuat berlari. Jenis olahraga ini juga lebih disarankan bila Anda memiliki berat badan berlebih, sedang hamil, atau menderita nyeri kronik sehingga tidak dapat melakukan latihan yang lebih berat.
 
3. High-intensity interval training (HIIT)
 
HIIT merupakan jenis olahraga terbaik bagi Anda yang memiliki target kebugaran tertentu. Jenis olahraga ini membakar banyak kalori dan meningkatkan metabolisme tubuh Anda dalam waktu lama.
 
HIIT menggabungkan dua metode pembakaran lemak yang paling efektif. Metode pertama ialah high-intensity training, yang mendorong tubuh mencapai kelelahan otot dan menggunakan oksigen semaksimal mungkin. Metode kedua ialah interval training, di mana latihan intensitas berat diselang-seling dengan latihan intensitas ringan-sedang.
 
Pilihlah sebuah aktivitas misalnya berlari atau bersepeda. Lakukan aktivitas dengan kecepatan setinggi mungkin selama 10-20 detik, diikuti aktivitas yang melambat selama 40-50 detik. Ulangi sebanyak 10-15 siklus serta jangan lupa untuk melakukan pemanasan dan pendinginan selama 5-10 menit.
 
4. Strength training
 
Jenis olahraga ini dapat menggunakan dumbbell atau body weight exercises seperti push-ups, squatting, dan pull-ups. Pilihlah 5-10 gerakan dan lakukan secara berturut-turut tanpa jeda. Ulangi 8-10 kali untuk setiap gerakan. Naik atau turunkan intensitas gerakan sesuai kemampuan Anda.
 
Berolahraga usai bekerja bukanlah hal yang mustahil untuk dilakukan. Yang terpenting, Anda harus realistis dan memilih jenis olahraga yang sesuai dengan gaya hidup, karakter, dan selera Anda. Jangan takut untuk mencoba berbagai jenis olahraga hingga ditemukan yang paling cocok.
 
Ingat, sedikit olahraga tetap lebih baik daripada tidak sama sekali. Selamat mencoba!
sumber : klikdokter.com

World AIDS Day

SETIAP 1 Desember diperingati sebagai Hari AIDS Sedunia, sebuah hari yang dicanangkan untuk mempromosikan kewaspadaan dan perhatian terhadap penyakit HIV dan AIDS sekaligus menggalakkan pendidikan serta penelitian untuk menanggulangi penyakit mematikan tersebut.

Dahulu HIV/AIDS dianggap sebagai penyakit yang sangat menakutkan. Pemikiran yang tertanam di benak banyak orang adalah penyakit ini tidak dapat disembuhkan, dan berujung pada kematian.

Tak sedikit orang yang berpikir bahwa penderita penyakit ini (ODHA) tidak lagi dapat hidup normal. Namun, pada tahun 1996, dunia kesehatan berhasil menemukan adanya obat untuk mengontrol HIV/AIDS. Obat ini disebut dengan antiretroviral (ARV) oleh para ahli. Penemuan ARV merupakan momentum dalam perawatan ODHA. Bahkan, saat ini perkembangan teknologi membuat obat-obatan golongan antiretroviral semakin berkembang.

Pengobatan ini memang belum mampu menyembuhkan penyakit secara keseluruhan. Namun secara dramatis pengobatan ARV dapat menghambat perkembangan virus, meningkatkan kualitas hidup ODHA, serta menurunkan risiko penularan.

Sehingga saat ini, HIV/AIDS telah diterima sebagai penyakit yang dapat dikendalikan dan tidak lagi dianggap sebagai momok yang menakutkan. Beberapa jenis obat antiretroviral antara lain Evanfirenz, Lamivudine, Zidovudine, dan Nevirapine.
ARV harus dikonsumsi seumur hidup oleh penderitanya. Dengan kepatuhan dalam mengonsumsi obat dan menjaga kondisi tubuh tetap prima, maka seorang ODHA dapat hidup, bekerja, dan beraktivitas seperti halnya orang sehat.

Seorang ODHA yang rutin mengonsumsi ARV secara teratur memiliki angka harapan hidup yang sangat tinggi bahkan hingga puluhan tahun. Keadaan ini dapat diartikan bahwa sesungguhnya seorang ODHA ‘dapat’ sembuh.

Jadi, stigma bahwa HIV/AIDS merupakan penyakit yang amat menakutkan telah jauh berubah. Dengan adanya obat-obatan penghambat perkembangan virus ini, seorang ODHA dapat hidup dan beraktivitas seperti orang normal lainnya.