SPH Simulasi Siaga Bencana

Semen Padang Hospital mengikuti kegiatan HOSPITAL SMEE/workshop di Lapangan Sepak Bola PT. Semen Padang, Senin 29/08/2016. Kegiatan simulasi ini sebagai bentuk sikap tanggap darurat terhadap berbagai bencana alam yang terjadi di Kota Padang. Sebelum simulasi, para peserta juga di bekali dengan ilmu pengetahuan terkait bagaimana cara melakukan penanggulangan bencana.

Kegiatan ini merupakan serangkaian dari acara Pacific Partnership 2016, yang berlangsung dari 19-30 Agustus 2016 ini, bekerja smaa dengan TNI AL bersama US Marine Corps dan menjadikan Kota Padang sebagai sasaran tempat menggelar berbagai kegiatan penanggulangan bencana. Padang dipilih, karena Kota Padang merupakan daerah rawan bencana.

Serunya Kiddy Dance & Baby Crawl Contest di SPH

Ini dia keseruan adik-adik yang ikut dalam acara Kiddy Dance and Baby Crawl Contest di Semen Padang Hospital tanggal 20 Agustus 2016 kemarin. Banyak sekali lho aksi-aksi lucu dan menggemaskan dari para peserta lomba.

Acara Kiddy Dance & Baby Crawl contest ini di ikuti sebanyak 128 balita, 28 anak untuk baby crawl dan 100 anak untuk kiddy dancing.

Lomba ini diadakan atas kerja sama Semen Padang Hospital dan KALBE yang berhadiah Uang tunai, Piala dan Bingkisan menarik untuk para pemenang. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan minat orang tua untuk mengajak anak ke Rumah sakit ataupun faskes kesehatan untuk melakukan imunisasi, vaksinasi, cek kesehatan untuk melihat tumbuh kembang anak. Bulan Agustus yang dikenal sebagai bulan vitamin A, menjadi waktu yang tepat untuk mengajak anak ke Rumah Sakit.

Naiknya Harga Rokok Dari Segi Kesehatan Masyarakat

Wacana kenaikan harga rokok mengundang pro-kontra dari berbagai pihak.Hal ini memang suatu hal positif dikarenakan pemerintah seharusnya mengedepankan kepentingan kesehatan masyarakat.
 
Merokok jelas merusak kesehatan. Menurut data Global Adult Tobacco Survey (GATS) tahun 2014, setidaknya 190.260 orang di Indonesia meninggal dunia akibat konsumsi rokok. Itu artinya setiap hari 500 orang mati karena rokok.
 
Mengutip hasil penelitian Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tahun 2013, tingginya kerugian negara akibat konsumsi rokok dibanding dengan pendapatan yang diterima negara dari rokok.
 
Penelitian tersebut menunjukkan, kerugian total akibat konsumsi rokok selama 2013 mencapai Rp 378,75 triliun, yang meliputi hilangnya produktivitas akibat sakit, disabilitas, kematian prematur di usia muda, dan biaya berobat akibat penyakit-penyakit terkait tembakau. Jumlah itu 3,7 kali lebih besar dibanding cukai tembakau yang diperoleh negara sebesar Rp 103,02 triliun di tahun yang sama.
 
Dana BPJS Kesehatan pun paling banyak digunakan untuk membiayai penyakit terkait rokok. Sejatinya, usulan kenaikan harga rokok efektif untuk menurunkan jumlah perokok di Indonesia, khususnya mencegah orang kurang mampu dan anak-anak usia sekolah membeli rokok.
 
Dengan menaikkan harga rokok sekitar Rp 50.000 per bungkus, setidaknya pemerintah memeroleh Rp 70 triliun yang dapat digunakan di bidang kesehatan. Bijaklah dalam menjaga kesehatan anda!
Sumber : Kompas.com